Rabu, 23 Maret 2011

DAMPAK TSUNAMI ACEH 2004


Salah satu gempa besar terjadi di Aceh padda tanggal 26 Desember 2004.  gempa gelombang air laut yang dikenal dengan tsunami ini berkekuatan 8,9 skala richter pada kedalaman 10km dan terbentuk ketika masa air laut samudra Hindia yang begitu besarnya secara tiba-tiba berubah dan terguncang akibat naiknya segman lempeng Myanmar relative terhadap hunjaman lempeng India di bawahnya. Air laut berbentuk gelombang tinggi ini telah meluluh lantahkan tanah serambi Mekah. Banyaknya korban yang jatuh memerlukan penanganan tersendiri dalam evakuasi dan penguburan jenazah karena daerah yang terisolir akibat rusaknya jalan dan jembatan penghubung.
Sementara itu puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi, mungkin tinggal di barak atau tempat pengungsian yang ada.  Masalahnya kini adalah mencegah terjadinya wabah penyakit pada masyarakat pengungsi ini. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa jumlah korban meninggal akibat wabah yang tak tertangani bisa sama banyaknya dengan korban tsunami itu sendiri.
Yang perlu disadari, badai tsunami telah terjadi dan memang tidak dapat dicegah, tetapi wabah penyakit sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan.  Dalam makalah ini akan dibahas masalah pencegahan wabah penyakit berkaita dengan tersedianya sumber air bersih.
Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan dibumi ini.  Air yang relatif bersih sangat didambakan oleh manusia, baik unuk keperluan hidup sehari-hari maupun untuk keperluan yang lainnya. Dewasa ini air menjadi masalah yang perlu mendapat perhaian yang cermat dan seksama. Untuk mendapat air yang sesuai dengan standar tertentu, saat ini menjadi barang yang mahal karena sudah banyak air yang tercemar.



II.                URAIAN HASIL OBSERVASI DAN STUDI PUSTAKA
a.       Data hasil observasi
Penyediaan air bersih masih menjadi problem yang serius di sejumlah barak di Aceh. Pengungsi yang bermukim di tenda-tenda dan barak sepanjang pantai barat NAD mulai mengeluhkan kualitas air sumur yang mereka gunakan sehari-hari.  Selain asin, air sumur juga keruh. Sementara itu distribusi dai mobil-mobil tangki air sering terlambat. Akibat terbatasnya air bersih untuk memasak dan untuk minum, para pengungsi mengaku harus mencari sampai rumah penduduk yang tidak hancur oleh tsunami dimana jaraknya mencapai 1-2km. Pada kasus yang lain, banyak pengungsi barak yang asal buang air di bilik MCK. Tak pelak, setempat menjadi sangat kotor.
Sementara itu, perolehan air sumur berkualitas di pesisir pantai itu, pengeboran harus dilakukan lebih dari 80 m. Radja P. Siregar, peneliti wahana lingkungan hidup Indonesia mengemukakan air yang mutunya baik bisa didapatkan di arteri kedalaman 100-200 m. Menurut dia, paska tsunami mutu air sumur di NAD memang cenderung menurun mengingat ada kandungan ammonia dan sulfur  yang tinggi di beberapa tempat.
b.      Data studi pustaka
Mikroorganisme yang terdapat didalam air berasal dai berbagai sumber  seperti udara, tanah, sampah, Lumpur, tanaman hidup atau mati, hewan hidup atau mati, kotoran manusia atau hewan dan bahan organik lainnya. Air dapat merupakan medium pembawa mikroorganisme patogenik yang berbahaya bagi kesehatan. Pathogen yang sering di temukan didalam air terutama adalah bakteri-bakteri penyebab infeksi saluran pencernaaan seperti vibrio cholerae penyebab penyakit kolera, shigella dysenteriae penyebab penyakit disentri basiler, salmonella typhosa penyebab penyakit tipus dan disentri dan sparatyphi penyebab parat tipus.
Jumlah dan jenis mikroorganisme yang terdapat di dalam air bervariasi tergantung dari berbagai faktor, antara lain:
1.      Sumber air
Jumlah dan jenis mikroorganisme yang terdapat didalam air dipengaruhi oleh sumber air tersebut, misalnya air atmosfer (air, hujan , salju ), air permukaan ( danau, sungai ), air tanah (sumur, mata air) air tergenang air laut
2.      Komponen nutrient dalam air
Air terutama air buangan sering mengandung komponen-komponen yang di butuhkan oleh spesies mikro organisme tertentu. Misalnya air yang mengandung H sering ditumbuhi oleh bakteri belerang yaitu thiobacillus.  Mikroorganisme yang bersifat saprofuit organotrofik sering tumbuh pada air buangan yang yang mengandung sampah tanaman dan bangkai hewan.
3.      Faktor fisik
Jumlah dan jenis mikroorganisme juga dipengaruhi oleh faktor-faktor fisik air seperti suhu, PH, tekanan osmotik tekanan hidrostatik, aerasi dan penetrasi sinar matahari.
Wabah pasca tsunami
a.       Data hasil observasi
Wabah gempa tektonik dan badai tsunami telah menimpa Negara kita, 80.000 orang meninggal dunia dan puluhan ribu orang yang kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. Masalahnya sekarang adalah mencegah terjadinya wabah penyakit pada masyarakat pengungsian ini. Secara umum, ada tiga cara kuman atau virus penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh manusia, pertama lewat makanan atau minuman dan yang kedua lewat kulit (baik kontak langsung maupun melalui gigitan nyamuk) dan yang ketiga adalah melalui saluran pernafasan. Penularan lewat makanan dan minuman dapat menimbulkan gangguan saluran pencernaan, diare bahkan kolera. Penularan lewat kulit dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit dan yang lebih berbahaya adalah merebaknya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti malaria dan demam berdarah. Penularan melalui pernafasan dapat menimbulkan berbagai penyakit paru-paru dan saluran pernafasan, mulai dari infeksi saluran pernafasan akut sampai TBC.
Selain wabah penyaskit diatas para pengungsi juga harus mewaspadai penyakit-penyait seperti DHF ( demam dan dengue Heamorragic Fever ) yang, mengakibatkan gejala-gejala seperti flu yang parah. DHF dapat menyebabkan kematian, penyakit ini dapat ditularkan melalui melalui gigitan nyamuk dan sudah merupakan penyakit endemic di Asia Tenggara.
Penyebab Polusi Dan Penyakit
Polusi air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normalnya.  Tsunami di Aceh menyebabkan polusi air dan timbulnya wabah penyakit.  Adapun sebab-sebabnya adalah:
v  Bangkai, mayat manusia, binatang dan ikan yang membusuk
v  Sampah/ kotoran yang berasal dari tumpukan tanaman dan kotoran di selokan
v  Makanan: bahan makanan dari rumah-rumah dan pertokoan yang membusuk
v  Sumur dan air minum: air tanah terkontaminasi olehair laut dan air sungai yang tercemar
Data studi pustaka
Sifat-sifat air yang terpolusi
Untuk mengetahui apakah air terpolusi atau tidak diperlukan pengujian unuk menentukan sifat-sifat air sehinggga dapat diketahui apakah terjadi penyimpangan dari batasan-batasan polusi air. Sifat-sifat air yang terpolusi yang umum dan dapat digunakan untuk menentukan tingkat polusi air misalnya:
1.      Nilai PH, keasaman dan alkalinitas
2.      Suhu
3.      Bau, warna dan rasa
4.      Nilai BOD/ COD
5.      Kandungan logam berat
6.      Pencemaran mikroorganisme pathogen
7.      Kandungan minyak
8.      Jumlah padatan
9.      Kandungan bahan radioaktif
Solusi
Data hasil observasi
Untuk membantu pemulihan kehidupan pengungsi di Aceh telah dibangun instalasi air siap minum (arsinum ) dilokasi pengungsian Alue penyareng, Meulaboh bagi 500 kel;uarga, di desa lapang Meulaboh bagi 500 kerluarga dan dikampung Blangm, Calang ada 4600 jiwa.  tiap unit dapat menghasilkan air tawar siap minum sebanyak 86 perhari untuk 10000 orang dan 120 perhari air bersih.
Fasililitas mandi, cuci, kakus juga dibangun di tiga lokasi pengungsian tersebut.  Di Alue penyaring dibangun 40 bilik, di desa Lapang 30 bilik dan 30 bilik di desa calang. Sebelas unit pengolah sistem ultrafiltrasi didistribusikan di Meulaboh dan Calang. Untuk mengatasi masalah air bersih dilokasi pengungsian di cikalang dan Meulaboh, tim juga mencari sumber air bersih menggunakan peralatan geolistrik.eksplorasi itu menemukan lokasi sumber air atau akuifer potensial di Alue penyaring pada kedalaman 10-15 m. Tim juga merekomendasikan lokasi tepat berdasarkan koordinat untuk membuat sumur bor guna keperluan pembangunan kembali kawasan bencana.
            Data studi pustaka
Proses penanganan air buangan pada prinsipnya terdiri dari tiga tahap, yaitu: proses penanganan primer, sekunder dan tersier. 
Proses penanganan primer terdiri dari beberapa  tahap:
  • Penyaringan: baha-bahan buangan yang mengapung dan berukuran besar dihilangkan dari air buangan dengan cara mengalirkan air tersebut melalui saringan.  Dalam tahap ini dapat juga digunakan alat yang disebut komunitor yaitu suatu alat yang dapat menyaring sambil menghancurkan limbah padatan.
  • Pengendapan dan pemisahan benda-benda kecil: pasir, benda-benda kecil dan hasil hancuran padatan pertama dibiarkan mengendap didasar  tabung.
  • Pemisahan emdapan: setelah dipisahkan dari benda-benda kecil air buangan masih mengandung padatan tersusupensi.  Padatan ini dapat mengendap jika aliran diperlambat dan proses ini dilakukan dalam tangki sedimentasi.
Air hasil penanganan primer yang telah dihilangkan padatan da padatan tersuspensinya selanjutnya diberi perlakuan dengan gas klorin.  Tujua pemberian gas klorin adalah untuk mmbunuh bakteri pnyebab penyakit yang dapat membahayakan lingkungan.
Proses penanganan sekunder
Dalam penanganan proses sekuder dikenal dua macam proses yaituproses penyaringtrikel dan Lumpur aktif.  Penyaring trikel terdiri darilapisan batu dan kerikil       dengan tinggi 90 cm smpai 3 meter.  Bakteri akan berkumpuldan berkembang pada batuan-batuan dan kerikil tersebut sehigga jumlahnya cuup untuk mengkonsumsi sebagian bahan-bahan organik yang masih terdapat dalam air buangan setelah proses primer.  System penyaring trikel merupakan cara lama dalam penanganan sekunder air buangan, sedang cara yang lebih baru disebut lumpur aktif.  Pada proses ini kecepatan bkteri ditingkatkandengan cara memasukkan udara dan lumpur yang mengandung bakteri kedalam tangki sehingga lebih banyak mengalami kontak degan air buangan yang sebelumya telah mengalami proses penanganan primer.  Perbaikan proses lumpur aktif telah dilakukan dengan menggganti udara dengan oksigen murni.
Proses penanganan tersier:
  • Adsorbsi yaitu cara menghilangkan komponen-komponen terlarut tersebut dengan mengalirkan air yang telah diolah melalui lapisan karbon aktif.  Komponen-komponen organik yang terlarut akan diadsorbsi pada permukaan karbon aktif.
  • Elektrodialisis untuk menghilangkan garam-garam organik digunakan listrik dan membrane dan membran yang digunakan biasanya terbuat dari plastik
  •  yang telah diberi perlakuan kimia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar